MATV UNTUK RUMAH TINGGAL

Masih ingat saat tahun 60-70 an, hanya  denganTVtabung monokrom masyarakatsudah terpuaskanolehtayangan tunggal TVRI.Bandingkan dengan sekarang, industri pertelevisian, multi media /security dengan segala produknyabersaing membanjiri kita.

Berikut ini adalah update teknologi disekeliling kita:

  • Sampai awal 2017 ini, sekitar 30TV Channel Digital DVB-T2 telah on air sambil menunggu peresmian Depkominfo. Jumlah ini akan terus akan bertambah dansiaran TV lokal  analogcepat atau lambat akan dihapus.
  • Ratusan TV ChannelAsia Pacific gratis dari Satelit lewatantenna parabola
  • Lebih dari seratus saluran premium TV berbayar Via Satellite antenna (Indovision, Transvision, BigTV, Topas TV, K-Vision, Orange TV, Skynindo TV)
  • Lebih dari seratus saluran premium TV berbayar dan Layanan Internet broadband via kabel Optic (First Media, Indihome, My Republic, CBN, dll)
  • Ratusan Internet Streaming TV dari penjuru Dunia
  • Puluhan Layanan wireless Internet Provider (Andromax, Bolt, Telkomnet, XL Pro, Indosat net, Biznet, dll)
  • Koneksi Triple Play (Internet –You tube, Telpon dan TV/Video/IPTV) via Fiber Optic
  • Sistem Monitoring CCTV pada semua TV terpasang maupun via smartphone Android/ Ipad
  • Kolaborasi Smartphone dengan TV/ Smart TV

Maka TV yang sebelumnya hanya media siaran TVdanVideo sekarang dituntut support multi tasking. Dahulu disaat membangun rumah baru, disamping design arsitektur bangunan, infrastruktur penunjang lainnya hanya berkaitan dengan kelistrikan, saluran air bersih dan limbah pembuangan.

Hunian masa kini berbeda, perancangan network terpadu danterintegrasi berupakoneksitasWired maupun WiFi untuk menunjang multi tasking diatas penting disiapkan semenjak tahap pra konstruksi.Betapa rumitnya hunian yang terlanjurberdiri rapih akhirnya terpaksa menata ulang sistem instalasi dengan resikomembobok tembok demi keasrian interior rumah.

Bagi kalangan tertentu, Hotel TV (MATV) Sistemuntuk aplikasi di rumah hunianadalah impian.Namunbila diterapkan sungguh merupakansolusi super borosyang tak bijak direkomendasikan.Teknologi masa kini menawarkan beberapa solusi alternatif:

  1. IFRFD (intermediate& RadioFrequency Distribution) : Perpaduan channel local dari antenna UHF (RF) dengan Channel TV Satelit dari antenna parabola (IF) menggunakan multi switch dan Duplexer.
  2. Micro MATV: Gabungan antara Premium channel dengan 3 s/d 4 decoder di ruang central dikombinasikan dengan channel local dan didistribusike seluruh TV terpasang. Pemilihan channel dilakukan melaluitouch screen Smartphone via WiFi.
  3. Compact MATV: Puluhan FTA (Free to Air) digital channel dari beberapa Satelit pilihan (Palapa, Telkom, Chinasat 6B, Asiasat 5, Asiasat 7) bisa dikemas hanya oleh satu atau dua Transmodulator dan didistribusikan ke seluruh TVmelalui signal RF DVB-T/T2.